Lelaki itu tetap disitu
tetap dengan gaya perlentenya yang khas
dengan muka tiada peduli ada badai apa
Ia masih tetap disana
menghitung lembar demi lembar
duitnya tak lagi berguna
seakan dapat dicarinya semudah meludah
Ia masih tetap disitu
berdiri tegak seolah badannya yang tinggi kekar tak mudah tumbang
menjulang memberi kehangatan
menyodorkan harapan yang sangat dinantikan
Lelaki itu kini hilang
tak tersisa jejaknya atau bau nafasnya
yang pekat akan bau tembakau
yang tersisa darinya hanya senyuman
bukan darinya, melainkan dari anak-anak
yang tentu, akhirnya dapat makan jua hari ini
Kamis, 02 Juli 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar