Aku mengaku
Pada suatu waktu
Dimana ia mendongakkan kepala
Berdiri dengan wajah sombong
Aku tak yakin
Apa yang buat aku rela jatuh terkapar
Terperosok tak lagi dapat bangun
Walaupun ternyata tenaga masih tersisa,
kaki ini rasanya hanya terkulai lemah
Oh, manakala suatu waktu
Kesempatan tak lagi menentu
Wajar saja, sebab ia punyamu
Yang tentu saja menyisakan segala pilu
Dan bagiku,
aku tak lagi ada celah
Sedikitpun, tak ada?
Dan ia tak lagi mendongak
sebab disampingnya ada yang harus ia lihat
yang, tentu saja, bukan aku.
Minggu, 14 Juni 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar